Sebagai bagian dari pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare dengan tema besar “Digitalisasi Desa: Memajukan Bangsa, Mencerahkan Ummat”, kegiatan penyuluhan anti-bullying ini dilaksanakan di SDN 259 Patampanua pada tanggal 11 Agustus 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, sekaligus membekali mereka dengan cara yang tepat dalam menyikapi atau melaporkan tindakan bullying.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar yang sehat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin kolaborasi antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan masyarakat dalam membentuk kultur pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat edukatif dan partisipatif, dengan melibatkan siswa secara aktif melalui diskusi interaktif, permainan edukatif, serta simulasi situasi bullying agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterima oleh anak-anak.Sebagai bagian dari pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Parepare dengan tema besar “Digitalisasi Desa: Memajukan Bangsa, Mencerahkan Ummat”, kegiatan penyuluhan anti-bullying ini dilaksanakan di SDN 259 Patampanua pada tanggal 11 Agustus 2025. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, sekaligus membekali mereka dengan cara yang tepat dalam menyikapi atau melaporkan tindakan bullying.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar yang sehat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin kolaborasi antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan masyarakat dalam membentuk kultur pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat edukatif dan partisipatif, dengan melibatkan siswa secara aktif melalui diskusi interaktif, permainan edukatif, serta simulasi situasi bullying agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diterima oleh anak-anak.